Wednesday, 6 November 2019

Hacker Gondol Data NASA Pakai Komputer Mini

Tags



Seorang hacker hanya dengan menggunakan komputer Raspberry Pi yang berkapasitas kecil untuk menyusup kesistem jaringan Jet Propulsion Laboratory NASA, hal itu tentunya merupakan data yang sangat sensitif dan memaksa mereka memutuskan sementara sistem penerbangan luar angkasa, ungkap badan asal Amerika tersebut.

Serangan ini tidak terdeteksi selama hampir setahun, menurut laporan audit yang dikeluarkan pada 18 Juni, dan penyelidikan masih berlangsung untuk menemukan pelakunya.
Menurut data dari Channel News Asia pada 25/6/2019 lalu, Raspberry Pi adalah perangkat berukuran kartu kredit yang dijual dengan harga berkisar US$ 35, atau sekitar Rp. 493.000 per satu unitnya.


Alat ini dugunakan terutama untuk mengajarkan coding kepada anak-anak dan mempromosikan komputasi di negara-negara berkembang. Sebelum berhasil dideteksi, hacker tersebut sempat melakukan exfiltrate 23 file dengan data seukuran 500MB.

Data yang dicuri itu termasuk dua file rahasia dari misi Laboratorium Sains Mars, yang menangani Curiosity Rover, dan informasi yang berkaitan dengan Peraturan Lalu Lintas Internasional yang membatasi ekspor teknologi pertahanan dan militer AS.

Peretasan itu terjadi karena administrator sistem gagal memperbarui database yang menentukan perangkat mana yang memiliki akses ke jaringan. Akibatnya, perangkat baru dapat ditambahkan tanpa pemeriksaan yang tepat. Dalam menanggapi serangan itu, JPL "memasang agen pemantauan tambahan pada firewall-nya" dan sedang meninjau perjanjian akses jaringan dengan mitra eksternal, kata laporan itu.

Baca


Notes :
- Harap Berkomentar Sesuai Dengan Judul Bacaan
- Tidak Diperbolehkan Mempromosikan Barang Atau Berjualan

EmoticonEmoticon